Tampilkan postingan dengan label Transistor Hoizontal Output. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Transistor Hoizontal Output. Tampilkan semua postingan

Transistor Horizontal Output Panas

Menurut banyak sumber, masalah seperti ini sulit di diagnosa secara tepat (kayak dokter aja ya). Transistor baru diganti sepertinya beres, tapi selang beberapa jam kemudian panas lagi bahkan semakin parah. Main tebak, biasanya teknisi langsung mengganti flyback, ada kemungkinan berhasil tapi kadang juga tidak.
Disini Kharisma Elektrik hanya akan menulis sedikit bahasan yang diharapkan jadi bahan pertimbangan ulang bagi sobat yang mengalami masalah diatas.
Kemungkinan penyebab transistor Horizontal Output(HOT) panas antara lain:
  • Kelebihan tegangan "Low Voltage" pada kolektor Horizontal Output. Cara periksa dalam hal ini: Lepaskan Tr H.out dan ukur tegangan dari regulator ke arah kaki kolektor pada pcb yang tadi dilepas. Jika benar kelebihan, coba dikurangi dengan memutar trimpot Adj. regulator atau cari penyebab kelebihan tegangan tersebut.
  • Tidak tepatnya driver untuk transistor horizontal output. Kemungkinan driver lemah, ini sangat mungkin akan membuat panas berlebihan di horizontal output. Cobalah periksa bagian driver dan komponen dasar di sekitar horizontal output seperti:
  1. Transistor driver, ada yang pernah mengalami waktu diukur sepertinya tidak ada masalah tapi ketika dipasang lagi HOT tetap panas bahkan langsung rusak, begitu diganti masalah selesai.
  2. Kapasitor, mungkin kering.
  3. Resistor, mungkin molor/terbuka/choke.
  4. Solderan yang sudah tua atau jelek konektifitasnya.
  5. Travo driver, mungkin liilitannya korslet atau intinya longgar yang akan berpengaruh pada bentuk gelombang.
  • Rusak /cacat kapasitor pengaman atau dioda damper di area horizontal output. kalau ini biasanya bukan hanya mengakibatkan panas, tapi TR H.out langsung rusak.
  • Pastikan TR terpasang dengan benar pada pendingin, gunakan silicon grace diantaranya.
  • Ganti transistor dengan jenis yang sama. Jangan dirubah jika tidak terpaksa. Yang perlu diingat adalah, kadang defleksi horizontal dirancang untuk transistor tertentu. Jadi belum tentu bekerja maksimal jika TRnya diganti dengan yang lain (dirubah).
Pada keadaan normal transistor horizontal output tidak akan terlalu panas jika disentuh (jangan sentuh saat posisi bertegangan).
Yang membuat mahal, untuk menemukan penyebab HOT panas kadang kita harus menyalakan perangkat, belum lagi kita menentukan komponen mana yang rusak, TR sudah keburu panas dan mati, lalu ganti lagi dan periksa lagi deh.
Memang, flyback lah yang sering jadi penyebab horisontal output(HOT) panas, tapi untuk efisiensi coba periksa flyback dengan seksama dulu sebelum mengganti dengan yang baru.
Sampai disini dulu sobat, semoga bermanfaat mungkin lain kali kita akan membahas seputar masalah ini lebih banyak. Terimakasih.

Cara ukur Transistor Horizontal Output.

Hai sobat. Berhubung banyak pertanyaan bagaimana cara mengukur transistor horizontal output (sebenarnya aku juga heran mengapa banyak pertanyaan mengenai hal ini), maka kali ini kita akan membahasnya secara sederhana lebih untuk mengetahui rusak/tidak nya saja. Langsung saja ya..

Cara mengukur transistor horizontal output menggunakan multi tester adalah sebagai berikut:
Putar knop tester ke arah X10 ohm.
  1. Tempelkan pen HITAM pada pin1 Transistor lalu pen MERAH di pin2 Ket: Jarum tester bergerak ke kanan tapi tidak full, tandai berhentinya.
  2. Tempelkan pen HITAM pada pin1 Transistor lalu pen MERAH di pin3 Ket: Jarum tester bergerak sedikit lebih ke kanan dibanding pengukuran pertama.
  3. Tempelkan pen MERAH pada pin1 Transistor lalu pen HITAM di pin2. Ket: Jarum tester tidak bergerak.
  4. Tempelkan pen MERAH pada pin1 Transistor lalu pen HITAM di pin3. Ket: Jarum tester bergerak seperti pengukuran di no.2
  5. Tempelkan pen HITAM pada pin2 Transistor lalu pen MERAH di pin3. Ket: Jarum tester tidak bergerak.
Jika hasil pengukuran (kurang lebih) tidak seperti di atas, hampir bisa dipastikan Transistor Horizontal Rusak. Gantilah dengan transistor yang berkualitas baik.
Sekian dan terimakasih.

Memperkuat Transistor Horisontal output

Agar TR H-out lebih Kuat.

Jumpa lagi sobat..
Di pertemuan kali ini Kharisma akan memberikan trik sederhana untuk sobat,

Karena sulitnya mencari transistor yang orisinil di saat ini, banyak sobat teknisi akhirnya mencari cara lain agar hasil kerjanya bisa maksimal. Salah satunya yang akan sobat baca di bawah ini.

Kita akan bahas tentang tansistor horizontal output yang sering mati padahal komponen lain sehat. Ini mungkin di sebabkan karena transistor yang dipasang kualitas nya kurang baik. Kalau memang tidak ada yang orisinil, paling tidak sobat tidak menggunakan transistor murahan, sebab murah pun akan jadi mahal kalau cepat rusak dan akhirnya kita harus beli lagi.
Mungkin trik ini akan jadi alternative sobat kharisma
Sediakan sparepart dibawah ini :
· Transistor Horizontal output, contohnya D1877, D2499, D1555 usahakan yang bagus.
· Transistor Regulator, D1710, D2498 usahakan yang bagus.
· Resistor 100 Ohm ½ watt
· Diode IN 4148.
Selanjutnya sobat rangkai komponen di atas seperti gambar dibawah ini:
Yang di dalam kotak merah adalah rangkaian aslinya, jadi sobat tinggal tambahkan transistor regulator, resistor dan diode.


Keterangan gambar :
1. Basis
2. Colector
3. Emitor.
Kalau awalnya basis ada di pin1 Tr H. out, sekarang ada di pin1 Tr Regulator. Sedangkan letak Collector dan Emitor tetap di pin2 dan pin3 Transistor Horizontal output. Sobat pasti paham.
Periksa juga komponen pendukung lain, kalau meragukan sebaiknya sobat ganti saja dengan yang baru.

Cukup untuk kali ini. Kalau sobat ada saran, masukan, pertanyaan tulis aja di bawah posting ini oke. Sampai jumpa di posting berikutnya. Terimakasih atas kunjungan nya.

Entri Populer

Facebook Follower